Profil dari Bapak Atom “Oppen – Heimer”

Nama panjang dari OppenHeimer ialah Julius Robert Oppenheimer, ia lahir di New York pada tanggal 22 april 1904. Merupakan anak dari pasangan Julius S. Oppenheimer yang juga saat itu bekerja sebagai pedagang tekstil asal Jerman yang bisa di bilang cukup terkenal dan juga kaya raya, sementara itu ibu nya berprofesi sebagai seniman keturunan Yahudi bernama Ella Friendman.

Pendidikan Oppenheimer pada awalnya, ia bersekolah di Alcuin Preparatory School. Pada tahun 1901 ia masuk ke Ethical Culture Society School, yang di dirikan oleh Felix Adler untuk mempromosikan pendidikan yang berlandaskan Budaya Etis. Adapun motto dari sekolah yang ia masuki yaitu “Pengabdian sebelum kepercayaan”. Oppen-Heimer awalnya hanya tertarik tertarik pada sastra Inggris dan mineralogi, tetapi pada tahun terakhir ia bersekolah ia mulai menekuni mengenai kimia.

Oppenheimer dalam meneruskan pendidikannya, ia mendapat gelar sarjana dalam bidang kimia dari Universitas Harvard dan bidang fisika dari Universitas Göttingen di Jerman pada tahun 1927. Setelah melakukan riset di beberapa institusi, lalu kemudian bergabung di departemen fisika Universitas California, Berkeley dan menjadi profesor tetap pada tahun 1936. Kontribusinya sangat besar dalam perkembangan teori fisika. 

Ia juga banyak menyumbangkan banyak pemikiran dan konsepnya mengenai mekanika kuantum dan fisika nuklir seperti pada Hampiran Oppenheimer yang berfungsi sebagai gelombang molekuler. Dan juga karyanya terkait teori tentang elektron dan positron, proses Oppenheimer Philips dalam fungsi nuklir, dan prediksi pertama penerowongan kuantum. Ia beserta murid-muridnya berkontribusi pada teori mengenai bintang neutron dan lubang hitam, serta teori medan kuantum dan interaksi sinar kosmik.

Pada tahun 1931, Oppenheimer ikut menulis sebuah makalah yang berjudul “Teori Relativistik Efek Fotolistrik” bersama muridnya yaitu Harvey Hall. Berdasarkan bukti empiris, ia dapat membantah teori dari Dirac yang menyatakan bahwa “dua tingkat energi atom hidrogen memiliki energi yang sama. Dari peristiwa ini salah satu siswa doktor nya kemudian menemukan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi dari peristiwa yang di kenal sebagai pergeseran Lamb, dan akhirnya lamb mendapatkan Nobel fisika pada tahun 1955.

Bersama mahasiswa doktor pertamanya, Melba Phillips, Oppenheimer mengerjakan perhitungan radioaktivitas artifisial dengan melakukan bombardemen deuteron. Ketika Ernest Lawrence dan Edwin McMillan membombardir inti atom dengan deuteron, mereka menemukan hasil yang sangat sesuai dengan teori George Gamow, tetapi ketika energi yang lebih tinggi dan inti yang lebih berat di uji coba, hasilnya tidak sesuai dengan teori tersebut. Pada tahun 1935, Oppenheimer dan Phillips mengembangkan sebuah teori saat ini yang dikenal dengan proses Oppenheimer–Phillips, untuk menjelaskan hasilnya, hingga pada akhirnya Teori ini masih digunakan sampai sekarang.

Pada akhir 1930-an, Oppenheimer tertarik mempelajari mengenai astrofisika, hal ini berkaitan di karenakan ia mempunyai sangat yang bernama Richard C. Tolman, yang juga pada saat itu banyak menghasilkan serangkaian karya ilmiah. Makalah yang di tulis bersama muridnya Robert Seber pada tahun 1938 berjudul “Stabilitas Inti Neutron Bintang”, yang menyelidiki mengenai kandungan katai putih. Makalah kedua ditulisnya bersama muridnya yaitu George Volkoff yang berjudul “Pemasaran Inti Neutron”.

Makalah – makalah Oppenheimer di anggap sangat sulit untuk dipahami bahkan dari standar topik abstrak yang ia kuasai. Ia suka menggunakan teknik matematika yang sangat rumit dan elegan untuk mendemonstrasikan prinsip-prinsip fisika, meskipun teknik ini sering mendapat kritikan dikarenakan menciptakan kesalahan dalam rumus matematika, yang kemungkinan disebabkan oleh kesalahannya sendiri. Menurut Snyder, Oppen-Heimer fisika nya bagus tetapi dalam matematika ia sangat buruk.

Referensi :

Oppenheimer, J.R.; Hall, Harvey (1931). "Relativistic Theory of the Photoelectric Effect".
Brotherhood of the Bomb: The Tangled Lives and Loyalties of Robert Oppenheimer, Ernest Lawrence, and Edward Teller. 
Johnson, Mark (22 Juli 2023). "How Oppenheimer weighed the odds of an atomic bomb test ending Earth".
Department of Energy. "J. Robert Oppenheimer Personnel Hearings Transcripts. – Centennial Studies and Reflections". Office for History of Science and Technology, University of California, Berkeley.












Miftahul Khair
Miftahul Khair

Oke

Articles: 43