Bagaimana Planet Tercipta?

Pengertian Planet

Planet atau orbit adalah benda astronomi yang mengorbit bintang atau sisa bintang yang cukup besar untuk memiliki gravitasinya sendiri, tidak terlalu besar untuk memicu fusi termonuklir dan telah membersihkan wilayah di sekitarnya yang sebelumnya terdapat planetesimal. Namun, bagaimana sebenarnya planet tercipta?

Istilah “planet” memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan mitologi, sains, sejarah, dan agama. Planet dipandang oleh peradaban kuno sebagai agen abadi atau dewa. Cara umat manusia memandang planet berkembang seiring dengan sains.

Raksasa gas besar dengan kepadatan rendah dan raksasa tanah berbatu yang kecil adalah dua kategori utama planet. Menurut definisi IAU, Tata Surya terdiri dari delapan planet. Keempat planet terestrial Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars tersusun dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari, kemudian Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, empat raksasa gas. Satu atau beberapa satelit alami hadir di sekitar enam planet.

Mereka masih memperdebatkan apakah akan mengklasifikasikan objek lain sebagai planet.

Dari bintang pengembara abadi di zaman kuno hingga benda terestrial di zaman modern, kepercayaan tentang planet telah berubah seiring waktu.

Banyak tata surya juga mengadopsi ide ini, selain tata surya itu sendiri. Di kalangan ilmiah, telah terjadi perdebatan tentang ambiguitas dari definisi planet. Exoplanet adalah planet di Bima Sakti yang mengorbit bintang lain, dan ratusan di antaranya telah ada sejak 1992. The Extrasolar Planets Encyclopaedia berisi daftar 4.834 eksoplanet (dalam 3.572 sistem planet dan 795 sistem multiplanet).

Bagaimana planet tercipta?

Proses pasti pembentukan planet sebenarnya tidak diketahui. Teori umum saat ini berpendapat bahwa planet tercipta ketika nebula berubah menjadi piringan tipis gas dan debu. Disk protoplanet berputar di sekitar protobintang saat berkembang di tengahnya. Partikel debu di piringan secara bertahap mengumpulkan massa untuk membentuk objek yang jauh lebih besar melalui akresi (proses tumbukan tempel). Ciri-ciri bentuk planetesimal yakni konsentrasi massa di satu lokasi, dan konsentrasi ini mempercepat proses akresi dengan menarik lebih banyak materi melalui gaya tarik gravitasi. Akhirnya, konsentrasi runtuh ke dalam dan menciptakan protoplanet setelah menjadi lebih padat. Planet yang pernah memiliki diameter sebanding dengan Bulan Bumi ini menciptakan atmosfer kedua, yang membuat planetesimal lebih rentan terhadap tarikan atmosfer.

Sejarah planet

Orang Babilonia, yang tinggal di Mesopotamia antara milenium pertama dan kedua SM adalah peradaban pertama yang memiliki teori kerja tentang planet. Tablet Venus Ammisaduqa, salinan daftar pengamatan gerak planet Venus yang ada pada abad ketujuh SM dan telah ada pada abad kedua milenium SMSM, adalah teks astronomi planet paling awal yang masih ada.

MUL Tablet runcing terkenal sebagai APIN, yang berasal dari abad ke-7 SM, berisi informasi tentang posisi Matahari, Bulan, dan planet sepanjang tahun. Fondasi astrologi Barat juga diletakkan oleh sejumlah astrolog Babilonia. Enuma anu enlil adalah daftar pertanda dan hubungannya berbagai fenomena langit, seperti gerakan planet, yang ditulis selama periode Neo-Asyur. Beberapa astronom Babilonia mampu mengidentifikasi Venus, Merkurius, Mars, Jupiter, dan Saturnus serta planet-planet luar. Sebelum teleskop tercipta pada era modern awal, planet-planet ini sudah dikenal manusia namun, pada masa itu proses terciptanya planet masih misteri.

Kesimpulan:

Alam semesta terdiri dari beberapa hal yang sangat misterius salah satunya Planet yang ada di ruang angkasa yang sampai saat ini misterinya masih belum terpecahkan bahkan sampai saat ini manusia berlomba-lomba untuk mencari tahu misteri tentang planet.

Editor: Putri Nur Sabrini Anastasia

Baca tulisan sebelumnya: Mengenal Luar Angkasa: Asteroid Lebih Lanjut

Referensi :

International Astronomical Union. (2006)
Cassan, Arnaud; D. Kubas, J.-P. Beaulieu, M. Dominik, K. (2012). One or more bound planets per Milky Way star from microlensing observations. Nature. 481 (7380): 167–169. 
Ronan, Colin. Astronomy Before the Telescope. Astronomy in China, Korea and Japan (edisi ke-Walker)
Miftahul Khair
Miftahul Khair
Articles: 20