Mekanika Klasik Periode II

Mekanika adalah salah satu ilmu yang mempelajari gerakan suatu benda dan efek gaya dalam benda tersebut, mekanika itu sendiri di ambil dari kata serapan “mechanica”.

Mekanika terbagi atas sub-sub pokok materi yang terdiri dari statika yang mempelajari benda diam, kinematika yang mempelajari benda bergerak, dan dinamika yang mempelajari benda yang terpengaruh oleh gaya.

Dalam pembahasan sebelumnya kita telah membahas Mekanika Klasik Periode I ( Pra Sains sampai dengan 1550 M) Aristoteles (384 – 332 SM). Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas mekanika periode ll (Awal Sains 1550-1800 M).

Periode II ( Awal Sains 1550 – 1800 M)

Galileo ( 1564 M – 1642 M )
Percobaan Galileo

Aristotheles berpendapat benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dari benda yang lebih ringan. Galileo melakukan eksperimen untuk membuktikan pernyataan ini. Kesimpulannya menurut Galileo bahwa pernyataan Aristoteles itu kurang tepat, yang benar adalah baik benda berat maupun benda ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatnnya akibat gesekan udara. Galileo juga mengemukakan tentang hukum kelembaman (inersia).

Descartes (1956 M – 1661 M)

Descartes meyakini bahwa tidak ada ilmu apa pun yang bisa ia percaya tanpa matematika. Ia mengemukakan dua hukum tentang gerak dan memprediksi hasil benturan antar dua massa. Descartes menerima prinsip Galileo bahwa benda-benda cenderung untuk bergerak dalam garis lurus, dan tidak pernah ada sembarang ruang kosong ke dalam mana sebuah benda bergerak, maka konsekuensinya adalah satu-satunya gerak yang mungkn adalah gerak rotasi dari sekumpulan partikel.

Torricelli ( 1608 M – 1647 M )
Barometer

Torricelli menetapkan tentang tekanan atmosfer dan menemukan alat untuk mengukurnya yaitu barometer. Toricelli juga menemukan persamaan untuk mengukur laju air dari sebuah tangki yang bocor.

Otto von Guericcke (1602 M – 1686 M)

Pada 1650 Guericke menemukan pompa udara. Guericke menerapkan barometer ke ramalan cuaca untuk meteorologi.

Blaise Pascal ( 1623 M – 1662 M)

Dalam bidang fisika, khususnya mekanika, dia melakukan percobaan dengan cara mengukur beda tinggi barometer di dasar dan di puncak gunung. Dari keterangan-keterangan itu akan mengenal prinsip Hidrostatik dengan nama Hukum Pascal, yang berbunyi jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah sama besar dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya.

Issac Newton ( 1642 M – 1727 M)

Penemuan Newton yang paling fenomenal dalam mekanika adalah tiga hukum Newton tentang gerak. Hukum Newton I tentang hukum inersia Galileo pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah tersebut dipecahkan oleh Newton dalam Hukum Newton II tentang gerak, percepatan obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda.

Hukum Newton III tentang adanya gaya aksi sama dengan gaya reaksi yang arahnya berlawanan dengan arah awalnya. Newton juga membedakan antara massa dan berat. Massa adalah sifat intrinsik suatu benda yang mengukur resistensinya terhadap percepatan, sedangkan berat sebenarnya merupakah suatu gaya, yaitu gaya yang bekerja pada suatu benda. Hukum Newton I, II, III dan gaya berat jika tergabung akan menghasilkan suatu sistem makro mekanika, mulai dari ayunan, pendulum hingga gerak planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari.

 

Editor: Putri Nur Sabrini Anastasia

 

Referensi:

Berry Kurnia Vilmala. (2020). Revolusi Saintifik dalam Perkembangan Mekanika. Jurnal Filsafat Indonesia. 3(1)).

 

 

 

Shandy Ali Anarkhi
Shandy Ali Anarkhi
Articles: 12