Mengenal Luar Angkasa: Asteroid Lebih Lanjut

Luar angkasa terdapat banyak sekali benda  langit, sebelumnya kita membahas mengenai benda yang memiliki gravitasi paling kuat yaitu black hole Memiliki Gravitasi Paling Kuat, Bagaimana Black Hole Tercipta?, pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu benda yang sering kita kira sebuah planet yang tidak lain adalah asteroid.

Sejarah

Tata surya pada luar angkasa terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu akibat adanya ledakan besar yang terkenal dengan Teori Big Bang. Ledakan Big Bang terbentuk akibat adanya debu dan awan besar. Ketika ledakan itu terjadi, beberapa materi jatuh ke pusat awan yang akhirnya menjadi matahari.

Sisa debu-debu yang terkondensasi akhirnya terbentuk menjadi planet. Namun, di luar angkasa ada beberapa yang berukuran sangat besar dan saling bertabrakan.

Benda itu terus bertabrakan dan menghancurkan satu sama lain, lalu yang berukuran lebih kecil dari planet kini kita lihat sebagai asteroid.

Asteroid disebut planet minor?

Asteroid pertama  adalah Ceres. Ceres muncul pada tahun 1801 oleh seorang astronom bernama Giuseppe Piazzi. Asteroid ini memiliki diameter sebesar 950 km. Namun, pada tahun 2006 Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengubah status Ceres dari asteroid menjadi planet kerdil. Terdapat Asteroid terbesar saat ini adalah Vesta yang memiliki diameter sebesar 525 km dan  Pallas yang memiliki diameter sebesar 512 km.

Benda langit yang lebih kecil dari planet dan lebih besar dari meteoroid.  Asteroid adalah benda yang lebih kecil dari planet tetapi lebih besar dari meteoroid, biasanya terdapat pada Tata Surya (lebih dalam dari orbit Neptunus). Nah, Asteroid ini berbeda dengan komet karena komet memiliki ekor (“ekor”), sedangkan asteroid tidak.

Asteroid terbuat dari debu dan es?

Pada pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu tercipta asteroid di dalamnya. Asteroid terbuat dari debu dan es yang membeku menjadi batu pada suhu yang sangat dingin. Awalnya, saat planet Jupiter terbentuk, aktivitas dan gravitasi planet Jupiter dan Mars menyebabkan komponen yang lebih kecil saling bertabrakan. Tabrakan itu membentuk benda-benda kecil yaitu asteroid. Seiring waktu, tata surya berevolusi dan lebih luas. Perubahan tata surya mendorong beberapa asteroid keluar dari sabuk asteroid (ruang antara Jupiter dan Mars).

Orbit asteroid sangat berbeda dengan orbit planet. Saat asteroid mengorbit, terkadang mereka mengorbit sangat dekat dengan Matahari. Salah satunya adalah Hidalgo. Orbit Hidalgo terkadang berjarak 30 juta kilometer, atau setengah jarak Merkurius dari Matahari. Orbit asteroid dapat saling bersilangan. Juga, bidang orbit asteroid sering membentuk sudut lebih dari 30° dengan bidang orbit planet. Sampai saat ini, tabrakan antara asteroid atau asteroid dengan planet belum diketahui.

Namun, pada tahun 1937 jarak antara Hermes dan Bumi adalah 777.000 kilometer, lebih dekat dari bulan. Selain teori Big Bang, teori lain yang menjelaskan terjadinya asteroid adalah Grand Tack. Menurut teori, planet Saturnus dan Jupiter bergerak lebih dekat ke Matahari sebelum berada di orbitnya saat ini. Dalam perjalanan ke orbitnya saat ini, Saturnus dan Jupiter menabrak asteroid.

Mayoritas asteroid yang diketahui mengorbit di dalam sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, umumnya dengan orbit yang tidak terlalu memanjang. Sabuk tersebut diperkirakan berisi antara 1,1 dan 1,9 juta asteroid yang berdiameter lebih dari 1 kilometer (0,6 mil), dan jutaan asteroid yang lebih kecil. Di awal sejarah tata surya, gravitasi Jupiter yang baru terbentuk memusnahkan pembentukan benda-benda planet di wilayah ini dan menyebabkan benda-benda kecil itu bertabrakan satu sama lain, memecahnya menjadi asteroid yang kita amati hari ini.

Selain teori Big Bang, teori lain yang menjelaskan terjadinya asteroid adalah Grand Tack. Menurut teori, planet Saturnus dan Jupiter bergerak lebih dekat ke Matahari sebelum berada di orbitnya saat ini. Dalam perjalanan ke orbitnya saat ini, Saturnus dan Jupiter menabrak asteroid.

 

Editor: Putri Nur Sabrini Anastasia

Shandy Ali Anarkhi
Shandy Ali Anarkhi
Articles: 12