Penemu Atom Sebelum John Dalton, Jabir Bin Hayyan

Atom adalah bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat terurai ataupun terbagi lagi. Atom ini terdiri dari beberapa bagian yang saling mengikat yakni muatan positif, muatan negatif dan muatan netral.

Tapi sobat fisika, tahu kah kamu siapa penemu atom pertama kali??

Menurut ilmu yang kita pelajari, sekarang atom ini pertama kali ditemukan oleh John Dalton, seorang ahli kimia, fisika dan meteorologi asal Inggris. John Dalton menemukan atom ini pada abad ke 18.

Namun, apakah ada orang yang lebih dulu membahas mengenai atom selain John Dalton??

Ya, atom sebenarnya telah di teliti oleh cendikiawan muslim pada abad 7 yakni Jabir Ibnu Hayyan. Jabir bin Hayyan adalah salah satu cendikiawan yang sangat berpengaruh dalam ilmu sains umat muslim, Jabir bin Hayyan ini lahir pada tahun 721 M di Tus, Iran.

Jabir juga mempelajari beberapa bidang ilmu pengetahuan lainnya seperti kedokteran, filsafat dan fisika. Karya-karya ilmu kimia dari Jabir ini telah di terjemahkan dengan berbagai bahasa di Eropa yang kemudian di lanjutkan menjadi ilmu kimia modern.

Jabir telah mengembangkan eksperimentasi sistematis didalam penelitian kimianya, yang menjadikan tiap eksperimennya dapat di buat kembali. selain itu Jabir juga mengatakan bahwa reaksi kimia yang terjadi mempengaruhi kuantitas suatu zat. Hal tersebut secara tidak langsung mengemukakan bahwa Jabir telah menemukan hukum perbandingan tetap.

Jabir juga berpengaruh dalam penyempurnaan proses melakukan kristalisasi, sublimasi, distilasi, kalsinasi dan penguapan dengan mengembangkan instrumen pendukung untuk melakukan proses-proses tersebut.

Penemuan paling terkenal dari Jabir adalah logam dan besi. Jabir menemukan bagaimana agar logan dan besi ini tidak berkarat menggunakan senyawa kimia. Menggunakan senyawa kimia menjadi bahan pembuatan gelas kaca.

Jabir mengatakan bahwa untuk melakukan uji coba kimia tidak hanya dapat di lakukan sekali saja, namun harus melalui banyak kerja praktik dan bereksperimen. Karena jika tidak melakukan hal tersebut maka seseorang tidak dapat menjadi seorang yang ahli.

Jabir memiliki banyak karya kurang lebih 200 judul buku yang di rawat dan tersimpan di berbagai perpustakaan negara. Salah satu karya Jabir berjudul Al-Khawash al-Kabir yang dalam bahasa Indonesia “Inti-inti yang besar”, tersimpan di Museum Britannia, Inggris.

 Editor: Putri Nur Sabrini Anastasia

Referensi:

Edy Chandra (2012), Filosofi zat dan materi menurut Jabir bin Hayyan, Jurnal Scientiae Educatia Vol 1 Edisi 2.
Shandy Ali Anarkhi
Shandy Ali Anarkhi
Articles: 12