Perkembangan Energi Listrik

Listrik memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar aktivitas manusia berhubungan dengan pemanfaatan energi listrik tak terkecuali di lingkungan. Perkembangan energi listrik sendiri telah mengalami banyak kemajuan seiring dengan berjalannya waktu.

Energi listrik atau tenaga listrik adalah salah satu jenis energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik atau energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan ampere (A) dan tegangan listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W). Energi listrik merupakan energi yang timbul karena perpindahan elektron dari suatu tempat ke tempat lain. Aliran elektron berpindah karena adanya beda potensial di satu tempat dengan tempat lainnya. Adapun, elektron adalah muatan listrik negatif, karena energi listrik terbentuk dari pergerakan muatan listrik, maka energi listrik termasuk ke dalam energi kinetik.

Perkembangan Energi Listrik

Kemajuan teknologi mengakibatkan peningkatan konsumsi energi listrikdan hal ini menyebabkan berkurangnya cadangan sumber energi fosil akibat habis terpakai serta menimbulkan emisi yang dapat mempengaruhi iklim global. Transisi energi dari penggunaan energi fosil menjadi energi baru dan terbarukan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Perkembangan energi listrik telah mengalami kemajuan signifikan selama beberapa dekade terakhir. Beberapa perkembangan penting termasuk:

Energi listrik yang lebih bersih

Ada peningkatan yang signifikan dalam penggunaan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga angin, dan energi hidro. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Penyimpanan energi yang lebih baik

Inovasi dalam teknologi penyimpanan energi, seperti baterai litium-ion, telah membantu meningkatkan efisiensi dan kehandalan penyimpanan energi. Ini juga telah membuka peluang baru dalam penggunaan energi terbarukan.

Jaringan listrik yang pintar

Konsep jaringan listrik pintar telah berkembang dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang canggih. Jaringan listrik pintar memungkinkan pengawasan, pengendalian, dan manajemen yang lebih efisien dari pasokan energi.

Elektrifikasi transportasi

Penyediaan mobil listrik dan pengembangan infrastruktur pengisian listrik yang semakin luas telah mendorong elektrifikasi transportasi. Hal ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Digitalisasi energi

Teknologi digital telah memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi, monitoring, dan manajemen energi. Dengan adanya sensor, penggunaan data, dan sistem pemantauan berbasis AI, efisiensi energi dapat ditingkatkan secara signifikan.

Semua perkembangan ini adalah hal positif dalam menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan.

Listrik bisa didapatkan dari beberapa sumber energi, seperti batu bara, udara, matahari, uap, dan air. Kali ini kita akan mengenal tentang proses mendapatkan listrik dari air sebagai sumber energi. Pemanfaatan air sebagai sumber energi listrik dikenal dengan sebutan Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA. Peningkatan kebutuhan energi listrik tidak saja dipengaruhi oleh banyaknya penduduk di suatu wilayah tetapi juga faktor aktifitas ekonomi penduduk yang terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin tinggi aktifitas ekonomi maka akan semakin besar kebutuhan akan energi listriknya.

Selain menghasilkan panas, listrik juga memberikan manfaat sebagai penghasil gerak. Energi listrik termasuk energi yang bisa berubah ke dalam bentuk berbagai macam jenis energi lainnya. Penghasil gerak umumnya banyak Anda temukan pada alat rumah tangga, seperti blender, mixer dan kipas angin.

Rumus Energi Listrik

Berdasarkan rumusnya, cara menghitung energi listrik adalah dengan mengalikan besar tegangan listrik dengan kuat arus listrik dan lama waktu arus listrik mengalir.

Jika dituliskan dengan simbol, maka rumus menghitung energi listrik adalah sebagai berikut.

E = V × I × t

Dengan keterangan:

E = Besar energi listrik (J)

V = Beda potensial atau tegangan listrik (Volt atau V)

I = Kuat arus listrik (Ampere atau A)

t = Lama waktu arus listrik mengalir (detik atau s)

Selain rumus di atas, ada juga rumus menghitung energi listrik yang didapat dari besar daya listrik yang diketahui. Berikut rincian rumusnya.

E = P × t

Dengan keterangan:

E = Besar energi listrik (J)

P = Besar daya listrik (W atau kWh)

t = Lama waktu arus listrik mengalir (detik atau s)

Editor: Putri Nur Sabrini Anastasia

Referensi :

Industrial Electronics for Engineers, Chemists, and Technicians, by D. J. Shanefield, William Andrew Publishing, Norwich, NY, 2001.
Water Encyclopedia. ^ Association for Industrial Archaeology. 1987 http://home.clara.net/darvill/altenerg/hydro.htm
Explorations in the History of Machines and Mechanisms: Proceedings of HMM2012, Teun Koetsier and Marco Ceccarelli, 2012.
The Man Who Invented the Twentieth Century - Nicola Tesla, Forgotten Genius of Electricity, Robert Lomas, Headline Book Publishing, London, 1999.
Industrial Electronics for Engineers, Chemists, and Technicians, by D. J. Shanefield, William Andrew Publishing, Norwich, NY, 2001.
Miftahul Khair
Miftahul Khair

Oke

Articles: 58