Teori Fisika dalam Perkembangan Bidang Industri

Ilmu Fisika merupakan suatu cabang ilmu yang menjelaskan tentang konsep alam semesta, bagaimana alam semesta bekerja, dan juga dalam penciptaan alat teknologi. Dalam hal ini ilmu fisika dapat menafsirkan suatu zat yang dapat di lihat oleh manusia dengan mata secara langsung atau pun memakai alat bantu, salah satunya yaitu energi dan material lainnya yang dapat di kelola kemudian di rancang menjadi sebuah alat yang kita sebut sebagai Teknologi.

Manfaat ilmu fisika dalam bidang industri sangat banyak, contohnya dalam industri nuklir, pembangkit tenaga listrik dan industri teknologi. Meskipun fisika menjadi salah satu ilmu yang susah untuk di pelajari, tetapi berkat keberadaannya fisika mampu memberi manfaat yang sangat besar kepada perkembangan industri. Artikel ini akan menjabarkan beberapa alat dalam bidang industri.

1. Pemanfaatan Plasma

Dalam ilmu fisika, plasma merupakan sebuah substansi yang mirip dengan gas dengan bagian tertentu dari partikel terionisasi. Besarnya bawaan muatan yang sangat banyak membuat plasma bersifat konduktor listrik, sehingga bereaksi dengan kuat terhadap medan elektromagnet.

Plasma kemudian dapat digunakan untuk membuat lampu neon yang hemat energi, serta pembuatan piranti semikonduktor yang nantinya akan di manfaatkan dalam pembuatan komputer, televisi serta  peralatan elektronik lainnya. Tak hanya itu, pemanfaatan plasma juga dipakai dalam pembuatan alat las yang digunakan untuk melapisi ubin dan ganteng dengan daya tahan yang kuat terhadap panas matahari.

2. Pemanfaatan Radiasi 

Pemanfaatan ilmu fisika dalam bidang industri lainnya yaitu menggunakan radiasi untuk mengukur ketebalan produk. Misalnya pada pabrik kertas, plastik dan lempengan besi. Ketebalan di ukur menggunakan radiasi. Salah satu alat untuk mengukur ketebalan adalah thickness gauge.

3 . Pengkristalan Garam menggunakan Hukum Termodinamika

Prinsip kalor dan termodinamika ditemukan terpakai dalam industri pembuatan garam. Air laut yang diuapkan akan mengkristal menjadi butiran garam kasar. Prinsipnya air laut memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada air. Ketika air laut telah menguap oleh panas, garam akan mengendap di kolam penguapan.

4. Uji NDT (Non Destructive Testing) 

Dalam bidang industri, ilmu fisika berperan penting dalam penggunaan pengukuran gelombang ultrasonik yang mampu digunakan dalam melakukan Uji Tak rusak atau NDT (Non Destructive Testing), Hal ini bertujuan untuk meniliti tingkat kepadatan beton atau logam. 

5. Industri Penerbangan

Pada industri ini, pembuatan kapal terbang di buat dengan prinsip Hukum Newton. Dalam proses rumus fisika di industri penerbangan bertujuan agar daya angkat yang pesawat mampu terbang tidak kalah dengan hukum gravitasi dan tekanan udara di langit.

Referensi :

Wind Power's Beginnings (1000 B.C. - 1300 A.D.) Illustrated History of Wind Power Development. 
Don Berliner (1997). "Aviation: Reaching for the Sky
Ovid; Gregory, H. (2001). The Metamorphoses. Signet Classics. 
von Karman, Theodore (2004). Aerodynamics: Selected Topics in the Light of Their Historical Development.
d'Alembert, J. (1752). Essai d'une nouvelle theorie de la resistance des fluides.
Nur, Muhammad (2011). Fisika Plasma dan Aplikasinya (PDF). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Michael R. Lindeburg (2011). Civil Engineering Reference Manual for the Pe Exam. Professional Publications.
Miftahul Khair
Miftahul Khair

Oke

Articles: 43