Fisika dalam Pengembangan Teknologi AI “Artificial Intelligence”

Artificial Intelligence/kecerdasan buatan adalah salah satu bidang ilmu komputer yang bertujuan untuk mengembangkan sistem komputer yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Dalam hal ini, melibatkan pembuatan algoritma dan juga model matematika yang memungkinkan komputer untuk belajar dari data, mengenali pola, membuat prediksi, dan mengambil keputusan tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Fisika memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan, terutama dalam pengembangan algoritma dan juga teknologi yang mendasarinya. Konsep-konsep seperti yang ada pada teori mekanika kuantum dan termodinamika digunakan sebagian besar dalam tahap pengembangan komponen-komponen pada quantum computing, yang dapat meningkatkan proses kinerja AI.

Hukum-hukum fisika memiliki implikasi penting dalam pengembangan kecerdasan buatan. Contohnya, dalam pembelajaran mesin, konsep-konsep seperti optimisasi, probabilitas, dan statistik, yang merupakan bagian dari fisika, digunakan untuk merumuskan model yang efisien. Konsep yang ada pada fisika kuantum sedang dalam tahap pengembangan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan komputasi melalui teknologi quantum computing, yang dapat membawa perkembangan baru dalam teknologi AI. Prinsip-prinsip pada hukum termodinamika dan energi juga digunakan dalam merancang algoritma dan arsitektur yang efisien secara energi.

Penggunaan hukum-hukum fisika dalam kecerdasan buatan meliputi beberapa aspek yaitu :

1. Optimisasi Berbasis Fisika

Metode optimisasi seperti algoritma evolusi atau algoritma yang terinspirasi oleh gerakan partikel dalam fisika digunakan untuk menemukan solusi terbaik dalam masalah seperti optimisasi parameter model atau pengaturan kebijakan.

2. Simulasi Fisika

Kecerdasan buatan sering digunakan untuk mensimulasikan fenomena fisika kompleks, seperti pergerakan fluida, dinamika struktur molekul, atau perilaku material dalam berbagai kondisi.

3. Komputasi Kuantum

Dengan kemampuan komputasi kuantum, AI dapat memanfaatkan prinsip-prinsip fisika kuantum untuk meningkatkan kinerja dalam pemrosesan data, optimisasi, dan pembelajaran mesin.

4. Analisis Data Fisika

AI digunakan untuk menganalisis data besar yang dihasilkan dari eksperimen fisika atau simulasi, membantu dalam identifikasi pola, tren, dan perilaku yang mungkin sulit dipahami secara manual.

5. Optimisasi Energi

Prinsip-prinsip termodinamika digunakan dalam merancang algoritma dan arsitektur yang efisien secara energi, membantu dalam mengurangi konsumsi daya dan meningkatkan kinerja sistem AI.

Melalui pemanfaatan hukum fisika ini, kecerdasan buatan dapat menjadi lebih efisien, akurat, dan mampu menyelesaikan masalah yang lebih kompleks.

Referensi :

Kaplan, Andreas; Haenlein, Michael (2019). "Siri, Siri, in my hand: Who's the fairest in the land? On the interpretations, illustrations, and implications of artificial intelligence". Business Horizons. 62: 15–2.
Copeland, J., ed. (2004). The Essential Turing: the ideas that gave birth to the computer age. Oxford, England: Clarendon Press.
Psychological evidence of the prevalence of sub-symbolic reasoning and knowledge: Kahneman (2011). 
Ransbotham, Sam; Kiron, David; Gerbert, Philipp; Reeves, Martin (6 September 2017). "Reshaping Business With Artificial Intelligence"
Taylor, Josh (7 May 2023). "Rise of artificial intelligence is inevitable but should not be feared, 'father of AI' says".
Levy, Steven (22 December 2023). "How Not to Be Stupid About AI, With Yann LeCun".
Edwards, Benj (22 February 2024). "Stability announces Stable Diffusion 3, a next-gen AI image generator".
Kamila, Manoj Kumar; Jasrotia, Sahil Singh (1 January 2023). "Ethical issues in the development of artificial intelligence: recognizing the risks".


Miftahul Khair
Miftahul Khair

Oke

Articles: 43